Wah, ini sebetulnya post udah lama banget ingin aku tulis. Tapi, karena terkendala malas, makanya aku tunda-tunda, sampai aku harus memperpanjang hosting dan domain November kemarin. haha

Jadi, kali ini aku mau share seputar itinerary perjalanan ke Bangkok dengan waktu efektif hanya satu hari saja yang aku lakukan di pertengahan Juli tahun 2019 ini.

Jadi sebetulnya, aku ke Bangkok ini cuma ingin hunting foto saja, gak tertarik buat belanja, dan sejak sekitar satu minggu sebelumnya, aku udah cari-cari informasi tentang beberapa lokasi yang ingin aku kunjungi, utamanya ketika sunrise dan sunset di Bangkok, dan inilah hasilnya :

Jum’at / 19 Juli 2019

22.55 – Mendarat di DMK

Ini perjalanan pertamaku ke Bangkok, dan belum kebayang seperti apa suasana imigrasi di ibukota negeri gajah putih ini, setelah pesawat mendarat di DMK, aku langsung bergegas menuju ke imigrasi. Dan ternyata benar sesuai dengan apa yang aku baca, sekalipun tengah malam, antrian imigrasinya mengular. Sekitar 45 menitan aku berdiri di antrian.

Sabtu / 20 Juli 2019

00.25 – Ambil SIM Card di Konter DTAC (order via Klook)

Setelah menunggu bagasi keluar, dan muter-muter sebentar di sekitaran conveyor belt, aku menuju ke konter DTAC untuk tukar SIM. Lagi-lagi, disini juga harus ekstra sabar, karena antriannya juga panjang, dan petugas yang jaga cuma dua, yang satu orang tugasnya meregister kartu dengan paspor, yang satu lagi nge-ganti SIM card HP kita. Kalau dilihat di history foto yang aku ambil, ada sekitar 30 menitan aku berdiri mengantri.

Harga SIM Card : Rp. 54.246

01.05 – Antri Taksi Bandara

Karena aku sampai di Bangkok sudah tengah malam dan pengen cepet-cepet sampai ke hotel, akhirnya aku memutuskan untuk ngikutin penanda buat pakai jasa taksi bandara. Setelah ambil antrian dan nunggu dipanggil (sekitar 15 menitan), akhirnya aku bisa keluar dari DMK jam 01.20!

Extra Charge : 50 THB
Masuk Tol : 50 THB
Total Taksi : 350 THB-an

Hotel yang aku pilih namanya House of Phraya Jasaen. Letaknya di daerah Sathorn, jauh dari objek-objek wisata terkenal. Dekat dengan BTS Saphan Taksin dan Sathorn Pier (6 – 10 menitan jalan kaki, bisa ke Asiatique gratis katanya dari pier ini). Untuk reviewnya, silakan cek sendiri ya! Intinya, aku nyaman nginep disini.

03.45 – JALAN KAKI KE WAT ARUN

Iya, karena masih awam banget sama Bangkok, dan bener-bener ingin hunting sunrise di Wat Arun, sekalian melihat gimana sih kehidupan di Bangkok menjelang pagi, aku memutuskan untuk jalan kaki ke wat arun dari hotel aku (kurleb 5 kiloan). Targetnya, bisa subuhan di masjid yang ada di dekat sana.

Karena jalan kaki, aku jadi lumayan tahu sedikit jalanan di Bangkok, dan ternyata jam segitu Bangkok sudah mulai bergeliat, ada yang sudah menggelar dagangan, tuktuk berseliweran, bahkan ada yang sudah sepedaan.

Subuh aku mampir ke Masjid Bang Luang, dari target sebelumya bisa subuhan di Masjid Ton Son (masjid besar, yang paling dekat ke wat arun). Setelah kelar subuh, dan selonjoran sebentar, lanjut jalan lagi ke wat arun.

Notes : Lain kali aku mau naik grab aja hahaha

05.30 – Hunting Sunrise di Wat Arun

Orang-orang bilang, kalau ingin hunting ketika sunrise, bagusnya di Wat Benchamabophit, tapi aku ingin sesuatu yang beda, makanya aku pilih hunting disini. Pagi-pagi, belum ada wisatawan yang datang, hanya ada satu orang Asia Timur yang aku jumpai sedang mencari objek foto disini. Jam-jam segini, para biksu mulai melakukan aktivitasnya, nyebrang sungai Chao Phraya kearah wat pho.

Sunrise di Wat Arun, Bangkok
Suasana Sunrise di Wat Arun

06.38 – Sarapan di Hava Restaurant

Ini restoran halal yang deket banget sama wat arun. Aku jadi pelanggan pertama di hari itu.

07.40 – Kembali ke Wat Arun

Nunggu wat arun buka jam 8. Begitu loket buka, bayar 50 THB, aku langsung masuk ke dalam. Jam 8 di wat arun, belum begitu ramai wisatawan, jadi masih bisa hunting dengan leluasa tanpa perlu khawatir bocor disana-sini. Kagum, ini temple bagus banget detilnya!

Wat Arun di Pagi Hari

09.20 – Nyebrang Chao Phraya menuju Wat Pho

Buat nyebrang, tinggal ikutin aja penanda yang ada disana. Sampai ke wat pho, terhenyak! RAMAI BANGET Haha! Setelah bayar 200 THB di loket, langsung deh keluarin kamera, nyelonong masuk ke tempat yang ada reclining Budha-nya. Banyak selfie sticks bertebaran, jadi wajar kalau bocor disana-sini. Setelah keluar dari tempat itu dan nuker tiket dengan air minum, lanjut explore sekitaran wat pho.

Reclining Budha Wat Pho, Bangkok
Reclining Budha di Wat Pho

Komplek wat pho ternyata luas, dan (mungkin) yang paling ramai wisatawan hanya di reclining Budha-nya. Kalau jeli, disini banyak tempat yang bisa buat foto, dan aku cukup puas dengan hasil foto-foto yang aku dapat.

OH YA..AKU SKIP, GAK MAMPIR KE GRAND PALACE. Gara-gara baca https://thesabbaticalguide.com/bangkok-grand-palace/ aku jadi males kesana.

10.30 – Keliling di luaran Wat Pho, Nyasar Naik Bus, Jalan ke Ta Chang Pier balik ke arah Hotel

Setelah keluar dari Wat Pho dan jalan-jalan diluaran Wat Pho, aku iseng pengen naik bis sampai ke Hotel dengan modal google maps, yang pada akhirnya berujung nyasar wkwk, dan harus jalan lagi balik ke sekitaran grand palace (dari luar sudah keliatan kalau grand palace itu rame banget).

Tanya ke tourist information center gimana cara ke Sathorn, akhirnya aku ditunjuki jalan menuju ke Pier terdekat (Ta Chang Pier). Bayar 20 bath, nunggu agak lama, akhirnya berhasil naik boat sampai ke Sathorn.

Sampai Sathon, jalan kaki lagi, makan di Kareemah Halal Restaurant, sampai hotel jam 13.30, tidur, hehe…..capek banget soalnya, apalagi jalannya di musim panas.

15.30 – Lanjut ke Lumphini Park

Sebetulnya, ga ada niatan buat mampir ke sini, tapi karena tempat selanjutnya yang ingin aku tuju mengharuskan untuk ganti moda transportasi dari BTS ke MRT, maka aku pun berpikir, gak ada salahnya juga mampir ke tempat ini.

Turun di Sala Daeng BTS Station, jalan kaki sebentar, sampailah aku di Lumphini Park. Tapi entah mungkin karena aku ga banyak tau tentang tempat ini, gak banyak yang bisa (atau menarik hati untuk) aku ambil gambarnya. Tapi tempat ini cocok buat ngadem dari panasnya kota Bangkok. Terlihat banyak orang yang bersantai di pinggir danau dan banyak juga yang berolahraga.

16.20 – On The Way to Ratchada Rod Fai

Nah, sebetulnya Ratchada Rod Fai ini adalah tujuan akhir aku. Dari Lumphini Park jalan kaki ke MRT Si Lom menuju ke Stasiun MRT Thailand Cultural Center, turun disana lalu jalan ngikutin arus, sampai juga aku di sekitaran salah satu night market yang hype banget di Bangkok.

Setelah puas muter-muter ngelilingin semua stall makanan yang ada disana (tapi gak beli apa-apa), karena aku lihat suasana menjelang sunset cukup bagus, akhirnya aku balik kanan menuju Esplanade Mall buat pasang lapak (baca : tripod) di Parkiran Mobil Esplanade Mall lantai 4.

Ratchada Rod Fai ketika Sunrise

View dari parkiran mobil lantai 4 ini bagus banget, dibawahnya ada tenda-tenda Ratcahada Rod Fai yang berwarna-warni, di depannya keliatan gedung-gedungnya Bangkok, ditambah lagi spot ini cocok banget untuk sunset-an. Perfect lah pokoknya! Kayaknya aku menghabiskan lebih banyak waktu berdiri nungguin sunset sampai blue hour tiba di parkiran mobil ini, daripada di pasarnya haha

21.00 – Naik MRT, Nyasar Salah ambil Jalur, Sampai Hotel Jam 10 malam

Pengen ke Asiatique, tapi udah kadung sampai hotel jam 10 akhirnya tidur aja, karena keesokan harinya pun aku sudah harus balik ke Jakarta.

Nah, itulah hasil nyolo aku waktu ke Bangkok, semoga bermanfaat. Oh ya, untuk yang muslim, kedai halal di DMK (exclude di kantin karyawan) sepertinya hanya tinggal Au We White Coffee saja yang bisa ditemui di pintu keberangkatan 24 – 26 dan di pintu keberangkatan 1 – 6. Aku tanya ke bagian informasi, ternyata Bangmad Halal Food yang tadinya ada di antara area kedatangan dan kepergian sudah tutup.

Next Trip Kalau ke Bangkok Lagi

Next trip kalau aku ke Bangkok lagi aku mau hunting di Wat Benchamabophit ketika sunrise, lalu sunset di seberang Wat Arun.

Share it!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here