Home Places Bandung Ojek Wisata ke Sunrise Point Cukul

Ojek Wisata ke Sunrise Point Cukul

1

Setelah berkutat dengan materi-materi training FTTH selama seminggu full, dari hari Senin sampai Jum’at, akhirnya di tengah-tengah masa training tersebut saya memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang sedari dulu ingin saya kunjungi di akhir pekan : Sunrise Point Cukul. Sesuai namanya, spot ini sangat terkenal diantara banyak fotografer landscape yang ingin mengabadikan keunikan tersendiri dari megahnya bukit-bukit dengan kebun teh di sekitarnya pada saat matahari terbit.

Baca juga : Air Terjun Pelangi, Air Terjun Indah di Cimahi

Cara Pergi ke Sunrise Point Cukul

Sebetulnya, sebelum-sebelumnya saya sudah melakukan research tentang transportasi (umum) apa yang harus saya gunakan, ataukah ada open trip untuk menikmati terbitnya matahari di selatan Bandung tersebut (ya maklum saja, sebagai seorang solo traveler, tidak mungkin kan saya menyewa mobil? hehe). Namun, keseluruhannya berakhir nihil. Belum saya temukan adanya transportasi umum ataupun open trip dengan tujuan Sunrise Point Cukul tersebut. Opsi yang tersedia hanyalah : sewa motor sendiri atau menggunakan jasa ojek wisata yang sebelumnya saya pernah mencobanya ketika saya sedang bertugas di Bali (atau berlibur ya? wkwk).

Saya melakukan research melalui media instagram, ada beberapa yang sudah saya hubungi, namun dilihat dari post terakhir, diantaranya sepertinya sudah tidak aktif lagi, Dan pada akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan jasa ojek wisata dari vacatime.id

Perjalanan Menuju Sunrise Point Cukul

Beberapa hari sebelumnya, saya sudah janjian dengan Kang Jamal dari vacatime.id, yang bertugas mengantar saya ke tempat tersebut. Kang Jamal meminta saya untuk bersiap-siap di hari Sabtu sekitar jam 02.30, karena perjalanan dari hotel tempat saya menginap membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Sesuai dengan janjinya, kami pun berangkat pada pukul 02.30 (hmm, tepat waktu sekali ya)

Kala itu, suhu udara di kota Bandung tidak cukup dingin menurut saya, normal-normal saja, pakai jaket biasa pun sepertinya tidak ada masalah. Namun, di tengah perjalanan, kami melewati suatu daerah yang saya tidak tau namanya, dan suhu di tempat tersebut mulai turun! Parahnya, suhunya terus turun sampai di tempat tujuan, jika saya lihat dari aplikasi di ponsel saya, suhunya sudah menyentuh 13 derajat di Cukul! Menggigil-lah sudah haha..

Untuk mencapai cukul, jalanan yang kami lalui termasuk bagus dengan lampu penerangan di kanan kiri jalan yang cukup menurut saya. Hanya saja, usahakan tidur secukupnya sebelum berangkat di dini hari agar tidak terlalu mengantuk di jalan.

Sebelum subuh, kami sudah hampir sampai di lokasi tujuan kami. Sempat kami berhenti sejenak untuk membeli teh manis anget dan gehu yang juga baru diangkat dari wajan penggorengan. Selepas subuh, kami melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan. (Ada mushola di dekat warung yang kami kunjungi, tapi… beeuh, airnya dingin banget, subuhan dari rakaat pertama sampai terakhir badan saya terus-terusan menggigil wkwk)

Puncak giri, itulah nama spot di sunrise point cukul yang kami kunjungi. Jaraknya hanya sekitar 100 – 200 m dari pinggir jalan raya, namun jalanannya yang berbatu membuat saya harus berjalan kaki untuk sampai ke tempat parkir.

Puncak Giri, Sunrise Point Cukul
Puncak Giri, Cukul

Persiapankan Gear Kamu Sebelum Berangkat!

Saya sengaja menuliskan section ini, karena saya tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya, dan kalian mengalami apa yang terjadi pada saya. Sudah jauh-jauh datang ke Cukul, tapi hasilnya tidak memuaskan. Janganlah mencontoh saya, saya hanya membawa kamera dengan satu lensa wide saja, untung saja sebelum kesini, saya membawa drone punya adik saya yang berhasil saya culik sebelum balik mudik ke Jakarta (sedih kalau diinget)

Jangan lupa untuk membawa : tripod, lensa tele (penting banget), dan filter, dan pastikan sebelum berangkat atau sebelum tidur perlengkapan tersebut sudah ada di dalam tas yang akan kita bawa. Jangan lupa untuk men-charge full baterai kamera dan perlengkapan lain yang akan dibawa.

Setidaknya ada tiga kesalahan saya kemarin : tidak bawa tripod, cuma bawa satu lensa dan itu wide pulak, hanya bawa holder filter tanpa membawa filternya haha, ketinggalan di kamar hotel cuy, ingin rasanya kumaki diriku sendiri wkwk.

Aerial View dan Lanskap Sunrise Point Cukul

Daerah cukul, dengan mayoritas area berupa perkebunan teh dan pohon-pohon hijau ini menurut saya cukup menarik untuk diabadikan dengan bird point of view, khususnya ketika cahaya matahari belum sampai ke atas, dengan bayang-bayang pohon yang masih jelas terlihat.

Aerial View Sunrise Point Cukul
Aerial View Cukul dengan Mavic Pro

Karena menggunakan lensa wide, tentu saya harus mencoba untuk mencoba berbagai opsi dengan mencari objek yang berbeda.

Landscape Sunrise Point Cukul
Lanskap Cukul dengan Lensa 14mm APSC

Tips

Sekedar berbagi tips, di lokasi ini, ada beberapa level spot dengan view yang berbeda-beda. Jika ingin mendapatkan view dengan negative space langit yang lebih luas dan foreground berupa perahu dapat datang ke level yang paling atas (seperti pada featured image di post ini). Di level yang paling atas juga terdapat gardu pandang yang terbuat dari kayu dan bambu. Namun, jika ingin mendapatkan view perbukitan cukul yang berlayer-layer bisa duduk menunggu sunrise sambil ngopi dan makan popmie di level yang lebih bawah.

Atau, bisa juga ambil spot lain yang berada lebih jauh dari puncak giri, seperti yang ditunjukkan oleh mas ulum di instagram post berikut ini dengan midground berupa danau kecil yang ada di belakang puncak giri

Kontak VacaTime.id

Oh ya, untuk yang mau menggunakan jasa ojek wisata-nya vacatime.id, boleh langsung coba kontak ke Kang Jamal di 081386864464 ya

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca!

Share it!

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here